Selasa, 08 Januari 2019

Belum Saatnya

Mempertahankan lebih sulit daripada mendapatkan. Berjuang mendapatkan satu sama lain, tentu semua keindahan, kelebihan, dan kedewasaan dari pasangan akan terlihat. Ya karena memang itu yang dipasarkan oleh masing-masing orang. Apalagi, masa-masa jatuh cinta adalah salah satu masa dimana hormon kebahagiaan (endorphin) terus diproduksi oleh tubuh. Tapi, yang terpenting dalam sebuah hubungan adalah bagaimana mempertahankannya, konsisten pada satu pilihan, dan membangun mimpi sama-sama.

Masih diawal tahun 2012, imlek pertama. Pagi itu,

"Udah dapet angpao berapa?" Tanyanya.

Wajarlah ya, salah satu kebahagiaan buat yang belum menikah kan dapet angpao. Kami berkumpul dengan keluarga masing-masing. Hanya komunikasi via chat karena kami tidak bertemu. Video call juga enggak. Imlek itu waktunya berkumpul dengan keluarga. Dan itu imlek pertama kami.
Oh iya! Ada satu sikap Earth yang kadang juga membuatku kesal. Kalo lagi chat atau video call, dia suka tiba-tiba bilang 'bentar'. 'Bentar' kan berarti sebentar ya, tapi dia tuh gak sebentar. 'Bentar'nya dia itu bisa 2,3,4,5 jam .-. Ngeselin kan ya. Bilang aja gitu kalo mau ngapain, gak usah bilang "bentar". Kan biar akunya juga gak nungguin dan ngarep dia cepetan balik. Gemesssss deh ><
Yang bikin gemes lagi, aku lagi cerita nih di Skype. Udah ngomong Panjang x Lebar x Tinggi, lah pas diliat, dianya udah tidur, ngorok (mendengkur) pula >< gemesin banget dah pokoknya, pengen dimakan -.-"
Seperti cerita dibagian sebelumnya, kan udah dijelasin ya kalo kami jadi makin susah ketemu. Nah ditahun ini, kelas 8, Earth tuh jadi ketua OSIS SMPnya. Saat itu pula ada anak baru dikelasnya, Cinde. Mereka deket banget dan akhirnya Cinde resmi menjadi salah penyebab pertengkaran juga. Katanya sih buat temen curhat dan diskusi gitu di sekolah, tapi cewe mana yang suka cowonya deket-deket cewe lain walau sebatas teman? Kan kami juga dulu teman. Earth jaga jarak, dia mengalah, setauku sih begitu.
Karena pertemuan itu jadi langka, pertemuan itu gak cuma di tempat ibadah aja. Akhirnya kami bener-bener ngerasain pacaran berdua karena kalo lagi libur, dia main ke rumahku. Kadang juga pacaran di depan rumah, duduk di motor sampe gelap. Banyak nyamuk juga kayanya gak kerasa deh, pokoknya harus ketemu. Gamau tau, harus ketemu supaya gak banyak berantemnya, biar seneng akunya. Ujan-ujanan bareng aja aku mah udah seneng. 
Eh, kamu inget gak ujan-ujanan pertama kita? Waktu itu, otw ke tempat ibadah, tiba-tiba ujan terus aku peluk dan kamu yang bilang kalo ini ujan-ujanan pertama kita.
Tapi, pertemuan yang diharapkan itu hanya sebatas ekspetasi. Akhir tahun itu, hubungan kami renggang. Aku pergi mengunjungi keluargaku di Lampung dan disana gak ada sinyal. Gak chat atau video call beberapa hari. Saat aku pulang, arah Pelabuhan Bangkahauni ke Pelabuhan Merak, ternyata dia dan keluarganya juga pergi ke Lampung, arah Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bangkahauni. Aku pulang dan dia pergi, dikapal yang berbeda, berpapasan seharusnya malam itu. Tidak direncanakan, aku rasa semesta sedang berencana, meminta kami bertahan karena karma kami belum selesai.


bersambung . . .
Laff !
Sky.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar