Pasti pernah denger istilah "Don't judge the book by its cover" kan? Sederhana, tapi coba deh kalo kalian lagi dijalan, apalagi sendirian, kalian pasti menghindari segerombolan orang yang mirip preman kan? Kalian juga pasti takut kalo ketemu atau berhadapan dengan orang yang tinggi besar dan bertattoo kan? Jadi istilah tersebut hanya sekedar mudah diucapkan.
Akibat aku pacaran sama Earth, gatau kenapa, banyak yang memandangku sebelah mata. Aku pernah dinilai hanya dari luarnya saja.
Akibat aku pacaran sama Earth, gatau kenapa, banyak yang memandangku sebelah mata. Aku pernah dinilai hanya dari luarnya saja.
Sebelum aku lanjutin ceritanya, kalian harus tau sesuatu. Sebenarnya, aku tidak mendapatkan restu dari keluarga Earth dengan beberapa alasan. Aku rasa, setelah aku diam selama ini, aku juga berhak memberikan pembelaan. Iya, pembelaan yang selama ini aku tahan karena tidak ingin masalah semakin rumit. (Aku tau alasan-alasan ini langsung dari Earth dan rupanya semua orang dilingkunganku sudah tau. Hanya, aku telat mengetahuinya dan setelah tau, akupun lebih memilih bersikap bodo amat).
1. Aku salah satu orang yang suka pake celana pendek + kaos + sandal jepit. Lalu, aku juga terlahir dengan wajah yang menurut orang-orang sinis dan jutek. Keluarganya, terutama mamanya, menganggap kalo aku itu gak sopan dan 'cewe nakal'.
Pembelaanku : bukankah berpakaian seperti itu sangat universal selama aku tidak memakainya untuk acara-acara formal? Aku juga tau kapan harus pake celana panjang, kemeja, dress, sepatu atau heels. Bukan genit, centil, atau apalah sebutannya. Aku suka, ya santai aja kalo pake celana pendek + kaos + sandal jepit.
Untuk wajah, kalo berpapasan dan aku kenal, aku gak akan sungkan untuk menyapa lebih dulu. Ini tuh cuma bawaan dari lahir aja. Lagi pula, aku bingung. Orang-orang yang suka membicarakanku itu kenal denganku dan suka meminta bantuan orang tuaku, bahkan anak-anak mereka juga teman-temanku. Ya, aku gatau alasan mereka. Mungkin aku pernah memasang muka jutek, tapi sungguh, aku tak bermaksud begitu.
2. Yang ini agak rumit, tapi aku coba jelaskan.
Dulu, orang tuaku dekat dengan seseorang, anggaplah X. Si X ini sangat sangat boros dan selalu dinasihati oleh orang tuaku untuk merubah pola keuangannya. Kalian tau kan kalo boros dan gak kelola keuangan dengan tidak baik akan berakhir seperti apa? Nah, salah satu anak si X ini dekat dengan tantenya Earth. Iya, tantenya yang dulu bilang mau jodohin aku. Anaknya si X itu bilang bahwa keluargaku 'penjilat' dan si anak menyalahkan orang tuaku atas masalah yang menimpa X. Tantenya Earth percaya.
Bisa dibilang, Earth adalah salah satu anak orang kaya di tempatku. Sejak anak si X menyebarkan hoax seperti itu, mamanya berpikir kalo aku matre, ngabisin duit Earth aja. Aku gatau apa aja yang udah keluar dari keluarga Earth mengenai keluargaku. Setauku, martabat keluargaku direndahkan oleh keluarganya saat itu. Orang tuaku sakit hati, tapi gak pernah ngomong. Mungkin orang tuaku pikir kalo kami masih anak-anak dan nanti juga putus.
Pembelaanku : saat itu, papaku adalah ketua tempat ibadah dan mamaku mendampinginya. Apakah mungkin orang tuaku menghancurkan keluarga orang lain? Pemimpin tempat ibadah mana yang menghancurkan umatnya?
Matre. Aku memang dididik untuk hemat, membeli barang yang benar-benar penting. Kalian bisa tanya langsung kepada Earth, siapa yang dari dulu keluar uang lebih banyak. Makan nasi goreng yang hanya sepuluh ribu rupiah juga aku bayar sendiri. Apalagi, aku bukan tipe cewe yang suka ngerengek minta ini dan itu.
Matre. Aku memang dididik untuk hemat, membeli barang yang benar-benar penting. Kalian bisa tanya langsung kepada Earth, siapa yang dari dulu keluar uang lebih banyak. Makan nasi goreng yang hanya sepuluh ribu rupiah juga aku bayar sendiri. Apalagi, aku bukan tipe cewe yang suka ngerengek minta ini dan itu.
3. Aku ikut organisasi keagamaan. Tentu uang yang dipakai adalah uang umat sehingga harus dipergunakan sebaik-baiknya. Setiap ada hal yang menurutku lebih murah dengan hasil yang sama, kenapa tidak? Tapi ada beberapa oknum yang tidak suka dengan sikapku karena ingin mencari keuntungan dan akhirnya mereka ngadu (lapor) ke mamanya Earth.
Pembelaanku : aku tau untuk masalah ini pasti banyak omongan simpang siur. Yang penting aku udah melakukan hal yang benar. Sudah sepantasnya sebagai anak ketua tempat ibadah membantu papaku.
4. Kami pernah mengalami kecelakaan. Gak parah, lukanya sedikit sekali. Kakinya berdarah dan aku hanya memar-memar. Dia pun pulang, mamanya marah dan bilang "Kalo Sky emang sayang, harusnya dia anter kamu pulang. Harusnya kalo sayang itu tau harus ngelakuin apa".
4. Kami pernah mengalami kecelakaan. Gak parah, lukanya sedikit sekali. Kakinya berdarah dan aku hanya memar-memar. Dia pun pulang, mamanya marah dan bilang "Kalo Sky emang sayang, harusnya dia anter kamu pulang. Harusnya kalo sayang itu tau harus ngelakuin apa".
Pembelaanku : kalian harus melihat langsung saat aku menawarkan diri untuk membawa motornya dan memboncengnya pulang, berkali-kali aku yakinkan bahwa aku harus anter dia pulang. Dia menolak.
Kenapa aku harus menceritakan ini diawal? (Bukan karena ada yang memintaku untuk tidak membawa keluarga Earth ke dalam cerita dan aku malah dengan sengaja membawanya, aku sudah mulai proses menulis ini sebelum orang itu meminta). Ya murni memang karena dari awal kami pacaran, itu masalah yang kami hadapi. Dan dari sisi Earth pun, dia tidak melakukan pembelaan untukku. Kesal memang tidak dibela, tapi dengan kemampuan yang kumiliki, aku yakin suatu saat akan terbuka ruang untukku. Kami memilih bersikap cuek dan tetap melanjutkan hubungan kami. Kalo kata teman-teman sekolahku, aku bodoh kalo dihadapkan oleh masalah hati.
Dengan adanya masalah itu, sabtu minggu semakin sulit ketemu. Dia dan keluarganya suka pergi. Seperti hubungan yang sudah lama juga, kadang aku harus mengemis kabar darinya. Sikap posesif kami juga menjadi pemicunya. Ini serius, bukan cuma aku yang sangat posesif, dia juga. Skype pun mulai terisi percakapan-percakapan. Kalo berantem, kami gamau didengar oleh orang rumah, jadi ya kami chat, tapi video call tetap on.
Awalnya ya pasti satu dua kali aja berantemnya. Ketemu juga gak begitu sulit selama Earth juga mau ketemu. Masih ibadah dan main bareng. Waktu itu, kami termasuk yang paling aktif di tempat ibadah. Jadi semua kegiatan ibadah, di dalam ataupun luar kota kami ikuti. Keberuntungan, pacaran gratis sekaligus ibadah bersama.
Selain di tempat ibadah, kami juga aktif di OSIS sekolah masing-masing. Jadi jangan bilang kalo kami aktif di tempat ibadah karena ingin pacaran gratis aja. Kami memang senang berorganisasi. Waktu kami juga banyak tersita untuk itu. Jadi tau kan seberapa aku berharap untuk bertemu di sabtu dan minggu? Serius, masalah ketemu ini yang sering membuat kami berantem. Entah aku yang gak bisa atau dia yang gak bisa datang di sabtu minggu itu. Tapi setiap bertemu, aku menyukainya. Di setiap diskusi, aku punya partner yang tepat.
bersambung . . .
Laff!
Sky.
Notes :
1. Pembelaan yang aku berikan itu berdasarkan pandanganku. Aku tidak meminta semua orang sependapat karena aku juga tau kita semua punya kacamata kita masing-masing.
2. Sky terima kritik dan saran dikolom komentar ;) Pertanyaan juga boleh seputar Sky dan Earth.
Terima kasih telah membaca.
Selain di tempat ibadah, kami juga aktif di OSIS sekolah masing-masing. Jadi jangan bilang kalo kami aktif di tempat ibadah karena ingin pacaran gratis aja. Kami memang senang berorganisasi. Waktu kami juga banyak tersita untuk itu. Jadi tau kan seberapa aku berharap untuk bertemu di sabtu dan minggu? Serius, masalah ketemu ini yang sering membuat kami berantem. Entah aku yang gak bisa atau dia yang gak bisa datang di sabtu minggu itu. Tapi setiap bertemu, aku menyukainya. Di setiap diskusi, aku punya partner yang tepat.
bersambung . . .
Laff!
Sky.
Notes :
1. Pembelaan yang aku berikan itu berdasarkan pandanganku. Aku tidak meminta semua orang sependapat karena aku juga tau kita semua punya kacamata kita masing-masing.
2. Sky terima kritik dan saran dikolom komentar ;) Pertanyaan juga boleh seputar Sky dan Earth.
Terima kasih telah membaca.
Selamat tanggal 5, Earth. Happy lunchy juga.
BalasHapushadirrrrr
BalasHapusMakasih ya udah baca<3
Hapus